Asmen.id, Bekasi — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Bekasi Timur pada Sabtu (18/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam penanganan darurat banjir sekaligus memastikan langkah-langkah teknis di lapangan berjalan optimal.
Peninjauan diawali di Jalan Raya Nonon Sontanie, tepatnya di area underpass yang kerap tergenang air saat hujan deras. Di lokasi ini, Wali Kota menerima laporan terkait kerusakan jalan yang berulang dan membahayakan pengguna jalan. Hasil pengecekan menunjukkan adanya kebocoran pada dinding penahan aliran sungai di sisi underpass yang menyebabkan air meluap ke kawasan Perumahan Duren Jaya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Tri Adhianto menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera menelusuri sumber kebocoran dan melakukan perbaikan pada dinding sungai. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga fungsi aliran air agar tidak terhambat oleh aktivitas di sekitar sungai dan underpass.
Selain perbaikan fisik, Wali Kota meminta agar diterbitkan surat peringatan kepada para pedagang yang berjualan di sepanjang bantaran sungai dan area underpass. Kebijakan ini ditekankan untuk menjaga kelancaran aliran air, kecuali pada ruang terbuka hijau seperti taman yang tidak memiliki pagar permanen.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Polder Air RW 14, Kelurahan Bekasi Jaya. Di lokasi tersebut, Tri Adhianto mengapresiasi kesiapsiagaan warga yang sigap mengoperasikan pompa air saat banjir terjadi. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat membantu menekan ketinggian genangan di lingkungan permukiman.
“Warga yang bergerak cepat dan peduli seperti ini menjadi pahlawan saat banjir. Walaupun genangan masih terjadi, pompa air terbukti sangat membantu mengurangi dampaknya,” ujar Tri Adhianto.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wali Kota Bekasi juga menyempatkan diri bertakziah ke rumah duka korban meninggal dunia akibat banjir di kawasan Perumnas 3. Korban diketahui bernama Namat bin Rinin, warga Jalan Halmahera RW 06, Kelurahan Aren Jaya, yang meninggal akibat terseret arus banjir. Karena rumah duka turut terendam, jenazah disemayamkan di Masjid Jami Nurul Falah.
Usai menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Wali Kota bersama Dandim dan Kapolres meninjau banjir di Perumahan Duren Jaya serta Rumah Pompa Lengkak RW 08, Kelurahan Bekasi Jaya. Ia memastikan seluruh mesin pompa berfungsi dengan baik dan pintu air dibuka maksimal agar aliran air tetap terkendali, sehingga risiko genangan lanjutan dapat diminimalkan. (***)

Komentar