Infrastruktur
Beranda » Berita » BPBD Kota Bekasi Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Musim Hujan

BPBD Kota Bekasi Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Musim Hujan

Asmen.id, Kota Bekasi —- Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Desember hingga Januari menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Bekasi terdampak banjir. Fenomena cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang didahului panas terik, disertai angin kencang dan petir, meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi untuk memperkuat langkah kesiapsiagaan demi melindungi keselamatan warga.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kota Bekasi, Wiratma Kuspita, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait puncak musim hujan periode 2025–2026. BPBD pun menetapkan status siaga darurat sejak Oktober hingga Mei sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi banjir dan cuaca ekstrem di wilayah Kota Bekasi.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kota Bekasi menyiagakan personel selama 24 jam serta menempatkan koordinator wilayah di setiap kecamatan. Selain itu, perahu evakuasi dan peralatan penunjang telah disiagakan di titik-titik rawan banjir seperti kawasan permukiman di bantaran Kali Bekasi. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi ketika akses jalan terputus akibat genangan air.

Wiratma menjelaskan bahwa BPBD menjalankan tiga fungsi utama dalam penanggulangan bencana, yakni sebagai koordinator, komando, dan pelaksana. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor.

“BPBD akan merespons awal kejadian, kemudian mengoordinasikan OPD terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Damkar, dan instansi lainnya sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Hujan Lebat di Puncak, Bendung Katulampa Naik ke Status Siaga 3

Untuk penanganan pascabencana, BPBD turut berperan dalam pembersihan lumpur dan sampah sisa banjir dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup serta pemerintah wilayah setempat. Gotong royong bersama masyarakat juga terus digalakkan agar proses pemulihan lingkungan dan fasilitas umum dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

BPBD Kota Bekasi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, pakaian, dan kebutuhan darurat untuk beberapa hari. Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BPBD maupun BMKG.

Selain itu, sistem peringatan dini atau early warning system telah dipasang di sejumlah titik rawan banjir di sepanjang Kali Bekasi. Sistem ini memantau tinggi muka air dan curah hujan secara real time, serta akan mengaktifkan sirene otomatis apabila kondisi dinilai berbahaya. Data tersebut juga menjadi dasar analisis untuk memperkirakan potensi luapan air ke wilayah permukiman.

Wiratma menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengurangi risiko bencana dengan menjaga lingkungan. Ia mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai area resapan air, serta meningkatkan pengawasan terhadap kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia saat cuaca ekstrem. “Kenali bahayanya, kurangi risikonya, agar kita semua bisa selamat,” katanya.   (***)

Kapolsek Panongan Cek Langsung Daerah Rawan Banjir, Pastikan Kondisi Masih Terkendali
× Advertisement
× Advertisement