Asmen.id, Jakarta——Perserikatan BBangsa-Bangsa (PBB) melaporkan meningkatnya jumlah korban sipil dan kerusakan infrastruktur di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi serangan yang terjadi sejak akhir Februari. Dampak konflik tersebut dirasakan luas oleh masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak puing misil dan drone.
Laporan itu disampaikan oleh United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) berdasarkan data dari otoritas setempat serta lembaga kemanusiaan di lapangan. Serangan yang berlangsung sejak 28 Februari disebut telah memperburuk situasi keamanan dan kemanusiaan di sejumlah titik.
Menurut data yang dihimpun, sedikitnya 790 orang dilaporkan meninggal dunia dan hampir 750 lainnya mengalami luka-luka. Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut berdampak pada lebih dari seribu lokasi, termasuk permukiman warga dan fasilitas umum.
Kerusakan infrastruktur meliputi bangunan tempat tinggal, jaringan listrik, serta sarana transportasi. Puing-puing proyektil yang jatuh di kawasan padat penduduk turut meningkatkan risiko keselamatan bagi warga sipil.
PBB juga mencatat keterbatasan ruang udara di beberapa wilayah konflik. Kondisi ini dinilai menghambat proses distribusi bantuan kemanusiaan serta menyulitkan evakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Juru Bicara Utama Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menaruh perhatian serius terhadap perkembangan di sepanjang Blue Line antara Israel dan Lebanon. Ia mengatakan, situasi tersebut berpotensi memperluas ketegangan regional.
“Sekretaris Jenderal memandang aktivitas di sepanjang Blue Line sangat mengkhawatirkan dan berisiko meningkatkan eskalasi konflik,” ujar Dujarric dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa PBB akan terus memantau dinamika di kawasan tersebut secara intensif.
PBB menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil serta kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional. Organisasi itu juga menyerukan semua pihak agar menahan diri dan mengedepankan upaya deeskalasi demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban. (***)
(Rizki).
