Bekasi Perkuat Peran FKDM Tangkal Intoleransi dan Konflik Sosial

Asmen.id, Bekasi —- Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mendorong penguatan peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam menjaga stabilitas sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar di Studio AsMEN, Puncak Cikunir, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Pada Rabu, 8 April 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus FKDM dari berbagai wilayah di Kota Bekasi. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas serta kepekaan anggota dalam mendeteksi potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat sejak dini.

Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Drs. Hudi Wijayanto, M.Si., menilai bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks. Ia menegaskan pentingnya kesiapan aparat kewaspadaan di tingkat masyarakat.

Menurut Hudi, Kota Bekasi memiliki tingkat kemajemukan yang tinggi sehingga berpotensi memunculkan berbagai dinamika sosial. Kondisi tersebut harus diantisipasi dengan pendekatan yang tepat dan terukur agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

Ia menjelaskan bahwa deteksi dini merupakan langkah paling efektif dalam mencegah konflik. Setiap gejala kecil harus segera dikenali dan ditindaklanjuti sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

Fakta Menarik: Inflasi Turun ke 3,48 Persen, Mendagri Ingatkan Daerah Tetap Waspada

“Potensi konflik selalu berawal dari hal kecil yang sering tidak disadari, sehingga kemampuan membaca situasi menjadi sangat penting,” ujar Hudi Wijayanto.

Lebih lanjut, ia mengharapkan FKDM mampu berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas wilayah. Peran ini dinilai strategis karena FKDM berada langsung di tengah masyarakat dan memahami kondisi lingkungan secara nyata.

Hudi juga menyoroti meningkatnya mobilitas penduduk, terutama setelah momen Lebaran. Ia menegaskan bahwa Kota Bekasi terbuka bagi siapa saja, namun tetap diperlukan kesiapan dan tanggung jawab dari setiap individu yang datang.

“Setiap warga, baik yang lama maupun yang baru, harus memiliki kesadaran untuk menjaga ketertiban dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKDM Kota Bekasi, Sugiono, SE, SH, C.Med., Sp.PTN., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk menekan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Ia menuturkan bahwa masih terdapat sejumlah indikator kerawanan yang menjadi pekerjaan rumah bersama. Oleh karena itu, FKDM terus mengedepankan pendekatan persuasif untuk meredam perbedaan yang berpotensi menimbulkan konflik.

Sugiono juga mengungkapkan rencana program lanjutan yang menyasar kalangan pelajar, khususnya tingkat SMA. Program tersebut difokuskan pada edukasi mengenai tanda-tanda paparan paham menyimpang serta dampak penyalahgunaan narkoba.

“Kami ingin generasi muda memiliki pemahaman yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang merusak persatuan,” ujar Sugiono.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program FKDM membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, termasuk dalam hal pembiayaan melalui APBD. Dengan sinergi tersebut, diharapkan upaya pencegahan dapat berjalan optimal dan menjaga Kota Bekasi tetap aman serta kondusif.  (***)

 

Analisis MSI terhadap Panca Program Prioritas Dedi Mulyadi Periode 2025-2030

(Rizki)

Rizki Trainar: