Asmen.id, Jakarta —– Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri menggelar aksi bela negara dalam rangka menyongsong lima abad Kota Jakarta menuju kota global. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Dirjen Polpum Kemendagri, Prof. Dr. Akmal Malik, dan berlangsung pada 10 hingga 13 Februari 2026.
Acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat nasionalisme dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum lima abad Jakarta dinilai menjadi saat yang tepat untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan di tengah tantangan global.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Akmal Malik menegaskan bahwa bela negara tidak hanya dimaknai dalam konteks pertahanan semata, melainkan harus dimulai dari diri sendiri. Ia menyampaikan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, kedaulatan, dan stabilitas nasional melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pengamalan nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku konkret. “Bela negara dimulai dari diri kita sendiri. Kita harus memiliki kesadaran dan komitmen untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara,” ujar Akmal Malik dalam pidatonya.
[ Prof. Dr. Akmal Malik menyampaikan pesan kebangsaan pada kegiatan aksi bela negara, menekankan bahwa bela negara bukan sekadar wacana, tetapi diwujudkan dari sikap dan tindakan pribadi./Asmen.id ]
Sebagai contoh aksi nyata, kegiatan bela negara ini turut diisi dengan program ketahanan pangan melalui penanaman berbagai komoditas, termasuk anggur. Program tersebut diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Akmal Malik menyampaikan bahwa dalam waktu dekat sejumlah tanaman yang telah dibudidayakan akan memasuki masa panen. Ia bahkan mengajak peserta untuk menyaksikan langsung hasilnya. “Kemungkinan 17 hari lagi kita akan panen. Kalau ingin datang, silakan, nanti kita panen bersama,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Kemendagri berharap semangat bela negara semakin mengakar di tengah masyarakat, seiring persiapan Jakarta memasuki usia lima abad sebagai kota global. Kesadaran kolektif dan partisipasi aktif warga menjadi kunci dalam mewujudkan cita-cita tersebut. (***)
Rizki.