Film “Na Willa” Tayang Serentak 18 Maret 2026, Sajikan Kisah Hangat Keluarga dan Dunia Imajinasi Anak

Asmen.id, Jakarta——Film terbaru produksi Visinema Studios berjudul Na Willa resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026. Film bergenre drama keluarga ini hadir sebagai tontonan yang dirancang untuk menemani momen Lebaran, dengan mengangkat cerita sederhana yang sarat makna tentang kehidupan anak-anak dan kehangatan keluarga.

Sejak diputar dalam rangkaian special screening, gala premiere, hingga early screening, Na Willa mendapat sambutan positif dari para penonton. Banyak yang mengaku merasakan emosi kebahagiaan sekaligus haru sepanjang film berlangsung, menjadikannya salah satu film keluarga yang dinantikan pada musim libur Lebaran tahun ini.

Sutradara Riri Riza menyampaikan penilaiannya terhadap film tersebut. Ia menilai bahwa cerita Na Willa memiliki kekuatan emosional yang kuat dan terasa dekat dengan kehidupan penonton. “Menurutku, novel Na Willa adalah buku yang istimewa. Ketika diadaptasi menjadi film, hasilnya bukan hanya menarik dari sisi penceritaan, tetapi juga memiliki kedekatan yang kuat dengan perasaan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa film ini menjadi salah satu contoh karya film anak yang berhasil menghadirkan keseimbangan antara hiburan dan nilai. Menurutnya, kehadiran film seperti Na Willa penting untuk memperkaya pilihan tontonan keluarga di Indonesia.

Aktor sekaligus kreator konten Reza Chandika turut membagikan kesannya setelah menonton film tersebut. Ia menyebut Na Willa mampu membawa penonton dewasa kembali pada sudut pandang masa kecil yang penuh kejujuran emosi. “Film ini seperti rest area terbaik untuk orang dewasa. Dari awal sampai akhir, rasanya menguras emosi,” tuturnya.

YDKJT Salurkan Santunan dan THR di Mekarwangi BPD Dukung Legalitas Cabang

Film ini disutradarai oleh Ryan Adriandhy yang mengedepankan proses kolaborasi dalam setiap adegannya. Ia menjelaskan bahwa berbagai momen magis dalam film tercipta dari kerja sama tim yang solid, mulai dari para aktor, kru kamera, hingga tim efek visual. “Semua dibangun lewat persiapan, konsentrasi, dan rasa percaya satu sama lain,” ungkap Ryan.

Dalam penggarapannya, film ini juga menampilkan detail keseharian yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satu adegan yang menonjol adalah momen sederhana saat tokoh anak-anak menikmati kue cucur, yang dikontraskan dengan kegelisahan orang dewasa. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana dunia anak-anak memandang realitas dengan cara yang polos namun bermakna.

Secara keseluruhan, Na Willa mengisahkan perjalanan seorang anak perempuan berusia enam tahun yang memandang lingkungannya sebagai dunia penuh keajaiban. Ketika perubahan mulai terjadi di sekitarnya, ia belajar tentang arti tumbuh dan merelakan, tanpa kehilangan imajinasi. Film ini diharapkan menjadi pilihan utama keluarga Indonesia untuk menikmati kebersamaan di momen Lebaran. (***)

 

(Rizki).

YDKJT Santuni Yatim dan Bagikan THR, Disertai Pembinaan Ramadan
Rizki Trainar: