Asmen.id, Jakarta —- Gerakan Pilah Sampah (GPS) dilaksanakan di wilayah RW 03, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Program ini menjadi gerakan percontohan dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga yang diolah secara mandiri oleh warga untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Dalam pelaksanaannya, warga diminta memilah sampah organik dari dapur rumah tangga masing-masing. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan di lokasi GPS untuk selanjutnya diolah dan diberikan sebagai pakan maggot.
Metode ini dipilih karena maggot mampu mengurai sampah organik dengan cepat dan hasilnya dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya bernilai guna.
Ketua RT 09 RW 03 Kelurahan Sunter Jaya, Eka Angra, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan membangun kesadaran warga agar bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari rumah sendiri.
Upaya tersebut diharapkan mampu menekan penumpukan sampah dapur yang selama ini berkontribusi terhadap meningkatnya volume sampah di Bantargebang.
“Mulai hari ini, sampah dari rumah kita olah sendiri. Sampah dapur kita berikan kepada maggot, karena maggot ini nantinya bisa kita berdayakan kembali.
Jika tidak kita kelola dari sekarang, sampah dapur akan terus menggunung di Bantargebang,” ujar Eka Angra.
Eka Angra juga mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dengan membawa sampah dapur ke lokasi GPS secara rutin.
“Mari kita sisakan sampah dapur dan membawanya ke GPS Komplek DKI setiap hari Selasa pukul 09.00 pagi di Komplek Masjid Alwataniah. Terima kasih kepada warga Komplek DKI RW 03 yang sudah mendukung pengolahan sampah menjadi pakan maggot. (Red).