Asmen.id, Jakarta —— Pembentukan International Security Force (ISF) resmi diumumkan sebagai langkah konkret dalam memperkuat stabilitas keamanan di Gaza. Dalam pernyataan terbarunya di Bali, perwakilan otoritas internasional menyampaikan bahwa lima negara telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk menjalankan misi tersebut.
Negara-negara yang menyatakan kesediaannya menempatkan pasukan dalam struktur ISF adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Masing-masing negara akan mengisi satu sektor operasional, dengan satu brigade ISF ditempatkan di setiap sektor yang telah ditetapkan.
Penugasan ini dirancang untuk mencakup lima sektor berbeda di wilayah Gaza. Dalam tahap awal, fokus penempatan akan dimulai dari sektor Rafa, bersamaan dengan pelaksanaan program pelatihan kepolisian guna memperkuat kapasitas aparat keamanan sipil setempat.
Selain lima negara penyumbang pasukan, dua negara lain, yakni Mesir dan Yordania, turut mengambil peran strategis dengan berkomitmen memberikan pelatihan bagi kepolisian. Keterlibatan ini diharapkan dapat mempercepat pembentukan sistem keamanan yang profesional dan berkelanjutan.
Dalam pernyataannya, narasumber menyampaikan rasa apresiasi atas dukungan internasional tersebut. Ia menegaskan, “Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas dalam ISF.”
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Indonesia tidak hanya mengirimkan pasukan, tetapi juga dipercaya memegang posisi penting dalam struktur komando. Ia mengatakan bahwa dirinya telah menawarkan jabatan wakil komandan ISF kepada Indonesia dan tawaran tersebut telah diterima.
Untuk jangka menengah, pengembangan operasi akan dilakukan secara bertahap dengan memperluas cakupan sektor satu per satu. Adapun target jangka panjang yang ditetapkan adalah pengerahan 12.000 personel kepolisian dan 20.000 prajurit ISF guna memastikan stabilitas keamanan yang menyeluruh.
Dengan dimulainya langkah awal ini, diharapkan tercipta fondasi keamanan yang kokoh demi mendukung kemakmuran dan perdamaian jangka panjang di Gaza. Pernyataan tersebut ditutup dengan optimisme bahwa kerja sama internasional ini akan menjadi tonggak penting dalam membangun masa depan yang lebih aman dan stabil bagi kawasan tersebut. (***)
Sumber : AsMEN-TV
(Rizki)
