Asmen.id, Jakarta——Kementerian Sosial Republik Indonesia mempercepat penyaluran bantuan sosial adaptif bagi masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Program percepatan bantuan ini difokuskan di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna membantu pemulihan masyarakat yang terdampak musibah. Selasa, (3/3/2026).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia agar proses distribusi dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Saifullah Yusuf, percepatan penyaluran bantuan melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah. Ia menyebut seluruh unsur yang terlibat bergerak bersama untuk mempercepat proses distribusi bantuan kepada korban bencana.
“Dalam penyaluran ini semua bergerak melakukan percepatan. BNPB, kepala daerah, dan berbagai pihak di lapangan turut bekerja agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia juga mengakui bahwa terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait proses pendataan korban bencana. Penentuan ahli waris bagi korban meninggal dunia, misalnya, membutuhkan verifikasi data yang cermat agar bantuan dapat disalurkan secara tepat.
“Kondisi di lapangan memang cukup berat, terutama untuk memperoleh data yang benar-benar valid. Namun saya mengapresiasi kerja keras semua pihak di daerah yang telah melakukan percepatan dalam proses pendataan,” kata Saifullah Yusuf.
Sebelumnya, pada masa tanggap darurat, Kementerian Sosial telah menyalurkan berbagai bantuan logistik dan layanan pengungsian dengan nilai mencapai Rp110,1 miliar. Bantuan tersebut mencakup penyediaan logistik, dapur umum, hingga dukungan layanan pengungsian yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta pemerintah daerah.
Selain bantuan logistik, pemerintah juga memberikan santunan kepada korban terdampak bencana. Ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp15 juta, sedangkan korban luka berat mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta.
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui beberapa mekanisme. “Seperti penyaluran sebelumnya, bantuan dapat dibayarkan di kantor pos, melalui komunitas seperti kantor desa atau kelurahan, serta diantarkan langsung kepada penerima yang sudah lanjut usia atau sedang sakit,” ujarnya.
Untuk mendukung proses distribusi, PT Pos Indonesia melibatkan 454 kantor pos yang tersebar di tiga provinsi tersebut. Hingga saat ini sekitar 17.000 keluarga telah menerima bantuan sosial, dan pemerintah menargetkan seluruh penyaluran selesai sebelum 15 Maret 2026 atau menjelang Hari Raya Idulfitri. (***)
(Rizki).