Ekonomi
Beranda » Berita » Konservasi Penyu Hijau dan Penyu Sisik di Pulau Kelapa Dua Diperkuat untuk Menjaga Ekosistem Laut

Konservasi Penyu Hijau dan Penyu Sisik di Pulau Kelapa Dua Diperkuat untuk Menjaga Ekosistem Laut

Asmen.id, Jakarta — Upaya pelestarian satwa laut terus dilakukan di Pulau Kelapa Dua, wilayah Kepulauan Seribu, melalui program konservasi penyu yang berkelanjutan. Kegiatan ini berada di bawah pengelolaan Taman Nasional Kepulauan Seribu yang berfokus pada perlindungan ekosistem pesisir, terumbu karang, dan hutan mangrove.

Program konservasi dilaksanakan di lokasi penangkaran yang difungsikan sebagai pusat penyelamatan telur serta pembesaran tukik sebelum dilepasliarkan ke laut. Selain menjaga populasi penyu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemulihan ekosistem laut agar keseimbangan alam tetap terjaga.

Polisi Kehutanan Pulau Kelapa Dua, Sudibo, menjelaskan bahwa kawasan tersebut menjadi habitat penting bagi dua jenis penyu yang paling sering ditemukan, yakni penyu hijau dan penyu sisik. Kedua spesies tersebut termasuk satwa yang dilindungi undang-undang sehingga membutuhkan perhatian serius dalam pelestariannya.

Ia juga menyampaikan bahwa secara global terdapat tujuh jenis penyu di dunia, sementara Indonesia menjadi habitat penting bagi enam di antaranya. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai wilayah strategis dalam upaya perlindungan penyu laut di tingkat internasional.

Polisi Kehutanan Pulau Kelapa Dua, Sudibo, menjelaskan kawasan ini menjadi habitat penting bagi penyu hijau dan penyu sisik yang dilindungi. Asmen.id.

Upaya konservasi dilakukan melalui pemindahan telur penyu dari habitat alami menuju lokasi penangkaran semi-alami. Metode ini diterapkan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penetasan yang lebih tinggi dibandingkan di alam bebas yang rentan terhadap predator dan gangguan aktivitas manusia.

Ramban Ayu Ecoprint Siap Menembus Pasar Ekspor Ramah Lingkungan

Sudibo menjelaskan bahwa pemindahan telur mampu meningkatkan peluang menetas hingga 70–90 persen. “Dengan adanya penangkaran ini, kami melakukan penyelamatan telur penyu agar peluang menetas lebih tinggi dibandingkan di alam yang sangat rentan terhadap ancaman,” ujarnya.

Selain fokus pada penyelamatan telur, petugas juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar turut menjaga lingkungan laut. Ancaman sampah plastik dan limbah disebut sebagai faktor utama yang merusak habitat penyu dan menurunkan peluang hidup satwa tersebut.

Ia menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian laut. “Kami menghimbau warga agar tidak membuang sampah dan limbah ke laut sebagai bagian dari upaya bersama melindungi penyu agar tidak punah,” tuturnya. Program konservasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Kepulauan Seribu.  (***)

 

(Rizki).

Distribusi MBG Dialihkan ke Panti Yatim YDKJT Akibat PJJ Mendadak di Sejumlah Sekolah

× Advertisement
× Advertisement