Asmen.id, Jakarta — Para pemain film Tunggu Aku Sukses Nanti berbagi pengalaman saat memerankan karakter keluarga dalam film produksi Rapi Films. Film yang disutradarai Naya Anindita tersebut mengangkat dinamika keluarga besar Indonesia dengan berbagai karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada Senin, (9/3/26) di Epicentrum XXI Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan itu, aktris Sarah Sechan yang memerankan karakter Tante Yuli mengaku mendapatkan peran tersebut tanpa melalui proses casting. Ia mengatakan sutradara sudah mengenalnya sebagai sosok yang ceplas-ceplos dan dianggap cocok memerankan karakter tersebut. “Mungkin karena saya sering terlihat suka ngomel dan kepo di media sosial, jadi dibilang cocok saja jadi Tante Yuli,” ujarnya.
Sarah menjelaskan karakter Tante Yuli sebenarnya lahir dari rasa sayang kepada keluarga. Menurutnya, sosok tersebut mewakili figur tante yang sering mengomentari kehidupan keponakan, namun dilandasi kepedulian. Ia menambahkan bahwa karakter seperti itu mudah ditemukan dalam keluarga Indonesia, terutama saat momen berkumpul seperti Lebaran.
Aktris senior Niniek L. Karim menilai film tersebut menggambarkan kehidupan keluarga Indonesia secara utuh. Ia mengatakan masyarakat Indonesia tidak hanya hidup dalam keluarga inti, tetapi juga memiliki hubungan yang kuat dengan keluarga besar. “Di Indonesia, keluarga itu bukan hanya ayah, ibu, dan anak. Sepupu, paman, dan tante juga sering ikut terlibat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Niniek.
Pendapat serupa disampaikan aktris Ayu Laksmi yang menilai film ini memberikan warna baru dalam genre film keluarga. Ia menyebut karya tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerminkan identitas budaya Indonesia. Ia berharap film seperti ini dapat memperkaya cerita yang mengangkat nilai kekeluargaan di layar lebar.
Sementara itu, Renita Sari mengaku sempat ragu ketika diminta tampil di depan kamera karena selama ini lebih banyak bekerja di balik layar. Namun ia akhirnya menerima tawaran tersebut karena merasa karakternya dekat dengan kehidupan nyata. “Saya berperan sebagai tante yang sibuk bekerja, tapi menunjukkan kasih sayang lewat perhatian dan oleh-oleh untuk keponakan,” tuturnya.
Selain para pemeran senior, film ini juga menampilkan sejumlah karakter sepupu yang menambah dinamika cerita. Para pemeran muda menggambarkan hubungan antaranggota keluarga yang penuh candaan, persaingan, serta dukungan satu sama lain. Mereka menyebut proses syuting berlangsung hangat karena para pemain sudah merasa seperti keluarga sendiri selama produksi.
Film ini juga menampilkan kisah persahabatan dan perjalanan meraih kesuksesan yang dialami tokoh utama Arga. (***)
(Rizki).
