Branding
Beranda / Branding / “Para Perasuk” Angkat Obsesi dan Emosi ke Layar Lebar

“Para Perasuk” Angkat Obsesi dan Emosi ke Layar Lebar

screenshot 20260415 074330 youtube

Asmen.id, Jakarta —– Acara peluncuran film Para Perasuk berlangsung meriah dengan kehadiran para pemain dan kru di hadapan awak media. Sejumlah pemeran utama seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Chicco Kurniawan, dan Indra Birowo tampil dalam sesi foto bersama. Antusiasme terlihat dari banyaknya fotografer yang mengabadikan momen tersebut dari berbagai sudut. Selasa, 14 April 2026 di Epicentrum XXI Rasuna Said Kuningan Jakarta.

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari promosi menjelang penayangan film di bioskop pada 23 April 2026. Selain sesi foto, acara juga diisi dengan pemaparan dari sutradara dan produser mengenai proses kreatif serta perjalanan panjang produksi film tersebut. Para media yang hadir sebelumnya telah menyaksikan penayangan khusus film ini.

Sutradara film menjelaskan bahwa proses produksi dimulai sejak tahun 2024 dan memakan waktu lebih dari dua tahun. Tahapan tersebut meliputi penulisan naskah, proses syuting pada Oktober 2024, hingga tahap penyuntingan dan pengolahan suara pada 2025. Film ini kemudian menjalani pemutaran perdana di ajang Sundance Film Festival pada awal 2026.

Ia menegaskan bahwa Para Perasuk bukan film horor, melainkan film yang mengangkat tema obsesi manusia. Menurutnya, cerita berfokus pada tokoh Bayu yang memiliki ambisi besar hingga berubah menjadi obsesi yang memengaruhi kehidupannya. “Film ini bukan tentang rasa takut, tetapi tentang bagaimana obsesi bisa menguasai seseorang,” ujarnya.

Inspirasi cerita berasal dari pengalaman pribadi sang sutradara saat kecil, khususnya kisah adiknya yang memiliki kemampuan melihat makhluk tak kasatmata. Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi dasar pengembangan cerita yang lebih luas. “Dari pengalaman sederhana itu, saya mencoba membangun dunia cerita yang lebih kompleks,” katanya.

Trailer Final Ikatan Darah Dirilis

Film ini juga mendapat apresiasi di kancah internasional setelah ditayangkan dalam kompetisi utama di festival tersebut. Penonton mancanegara dinilai mampu memahami pesan yang disampaikan, meskipun latar budaya yang diangkat berasal dari Indonesia. “Ternyata mereka bisa terhubung karena temanya universal, yaitu tentang ambisi dan masa lalu,” ungkapnya.

Dari sisi produksi, produser menyebutkan bahwa tantangan terbesar terletak pada skala produksi yang lebih besar dibandingkan karya sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antarpemain dan kru menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini. “Kami mengedepankan kerja kolektif agar setiap elemen bisa saling melengkapi,” tuturnya.

Para pemain turut membagikan pengalaman selama proses syuting. Angga Yunanda mengaku karakter Bayu memberikan tantangan emosional yang mendalam. Ia menyebut karakter tersebut menggambarkan perjuangan seseorang dalam mengejar mimpi hingga harus menghadapi konsekuensi besar. “Bayu menunjukkan bagaimana ambisi bisa berubah menjadi sesuatu yang merusak,” ucapnya.

Maudy Ayunda juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap peran yang ia jalani. Ia merasa karakter yang diperankan memiliki kompleksitas emosi sekaligus tuntutan fisik yang tinggi. “Rasa takut justru berubah menjadi rasa ingin tahu yang membuat saya tertantang,” katanya.

Sementara itu, Anggun yang menjalani debut film layar lebar menyampaikan pengalaman unik saat harus menciptakan mantra secara spontan. Ia menuturkan bahwa seluruh proses dilakukan tanpa pengulangan untuk menjaga keaslian ekspresi. “Semua dilakukan dalam satu kali pengambilan agar terasa jujur,” ujarnya.

TNI AU Perkuat Pertahanan Digital dan Siber

Film Para Perasuk diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga refleksi tentang kehidupan manusia. Para pembuat film menekankan bahwa cerita ini mengajak penonton memahami pentingnya keseimbangan antara ambisi dan kehidupan nyata, serta keberanian untuk berdamai dengan masa lalu. (***)

 

(Rizki)

× Advertisement
× Advertisement