Asmen.id, Jakarta——Para Perasuk resmi merilis trailer perdana pada Jumat, 6 Maret 2026. Film produksi Rekata Studio ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026 setelah sebelumnya mendapat sambutan hangat saat penayangan perdana dunia di Sundance Film Festival 2026.
Trailer resmi tersebut menampilkan nuansa cerita yang unik dengan latar sebuah desa fiktif bernama Desa Latas. Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama, di antaranya Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Selain itu, film ini juga menghadirkan Ganindra Bimo serta Indra Birowo dalam jajaran pemerannya.
Cerita film berpusat pada kehidupan masyarakat Desa Latas yang dikenal dengan tradisi pesta kerasukan. Dalam kisah tersebut, karakter Bayu yang diperankan Angga Yunanda bersama dua rekannya berusaha menjadi “Perasuk”, yakni sosok yang memimpin ritual kerasukan dalam tradisi desa tersebut.
Konflik mulai muncul ketika mata air keramat yang menjadi sumber ritual para Perasuk terancam digusur. Ancaman tersebut membuat warga desa berusaha mempertahankan sumber mata air yang selama ini dianggap sebagai bagian penting dari kehidupan mereka.
Sutradara Wregas Bhanuteja menjelaskan bahwa tradisi kerasukan dalam film ini merepresentasikan pengalaman komunal masyarakat. Ia mengatakan, pesta kerasukan menjadi simbol kebersamaan sekaligus ruang pelepasan tekanan sosial bagi warga desa.
“Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang sering kita temui di Indonesia. Di situ orang bisa melepaskan tekanan dan merasa saling terhubung,” kata Wregas.
Ia menambahkan bahwa konflik dalam film juga menggambarkan tekanan dari pihak luar yang berusaha mengambil alih wilayah desa. “Kami ingin menunjukkan adanya ketegangan dari luar yang mencoba merebut Desa Latas, dan bagaimana warga berusaha mempertahankannya,” ujarnya.
Film ini diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi. Para Perasuk juga menjadi proyek ko-produksi internasional yang melibatkan Indonesia, Singapura, Prancis, dan Taiwan.
Sementara itu, Angga Yunanda menjelaskan karakter Bayu memiliki ambisi besar untuk menjadi Perasuk utama demi menyelamatkan desa tempat tinggalnya. “Bayu berusaha keras mencapai kesempurnaan, tetapi ia juga belajar bahwa ambisi saja tidak cukup untuk menjadi Perasuk sejati,” kata Angga. (***)
(Rizki).
