MDI.NEWS, Jakarta —– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembangunan gedung setinggi 40 lantai yang akan diperuntukkan bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah lembaga umat Islam. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya pada acara pelantikan pengurus MUI yang digelar di Jakarta.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menyediakan lahan strategis seluas kurang lebih 4.000 meter persegi yang berlokasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Lokasi tersebut dipilih agar institusi-institusi Islam berada di pusat kegiatan ibu kota negara.
Gedung tersebut direncanakan tidak hanya menjadi kantor MUI, tetapi juga akan menampung berbagai badan dan lembaga umat Islam lainnya. Di antaranya adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta organisasi kemasyarakatan Islam yang membutuhkan ruang perkantoran representatif.
Presiden menyebutkan bahwa pembangunan gedung bertingkat itu merupakan aspirasi yang telah disampaikan kepadanya beberapa bulan lalu. Ia mengatakan, “Ini permintaan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Saudin, yang juga menyampaikan kepada saya bahwa kantor MUI selama ini belum memiliki lokasi yang jelas.”
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kehadiran gedung lembaga Islam di jantung ibu kota. Menurutnya, kawasan Bundaran HI tidak seharusnya hanya diisi oleh hotel mewah dan pusat perbelanjaan, tetapi juga bangunan yang mencerminkan kepentingan dan peran umat Islam.
Selain rencana pembangunan gedung, Presiden juga mengungkapkan rencana pembentukan lembaga pengelola dana umat. Lembaga ini nantinya akan berfungsi untuk mengelola berbagai potensi dana keumatan secara terintegrasi dan profesional.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Menteri Agama, potensi dana umat yang dapat dikelola melalui lembaga tersebut sangat besar. Ia menyatakan, “Kalau dana umat ini dikelola dengan baik, jumlahnya bisa mencapai minimal Rp500 triliun dalam satu tahun.”
Presiden menutup pidatonya dengan menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa persatuan tersebut akan menjadi kunci kebangkitan Indonesia di masa depan, seraya mengungkapkan optimisme terhadap peran strategis umat Islam dalam pembangunan nasional. (***)
Rizki.