Puspaga Buka Layanan untuk Seluruh Anggota Keluarga tanpa Batas Gender

Asmen.id, Bekasi —- Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) tetap membuka layanan pendampingan bagi seluruh anggota keluarga, meskipun fokus utama program ini adalah pemenuhan hak anak dan pemberdayaan perempuan. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Puspaga yang berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

Ia menjelaskan bahwa Puspaga tidak membatasi layanan hanya untuk ibu dan anak. Menurutnya, keluarga merupakan satu kesatuan yang terdiri dari berbagai peran, termasuk ayah dan anggota keluarga lainnya, yang juga membutuhkan ruang aman untuk mendapatkan dukungan psikologis dan emosional.

“Walaupun konsentrasi kami di Puspaga adalah pemenuhan hak anak dan pemberdayaan perempuan, kami tidak pernah menutup pintu bagi anggota keluarga lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ayah juga memiliki beban peran yang tidak kalah berat dalam keluarga. Ayah kerap dituntut untuk selalu terlihat kuat dan menjadi sandaran utama bagi keluarganya, sehingga sering kali mengesampingkan kondisi emosional dirinya sendiri.

“Banyak ayah yang berusaha menjadi sosok kuat di depan keluarga, menutupi perasaannya, dan tetap berjuang meskipun lelah. Padahal mereka juga manusia yang bisa merasa capek secara fisik maupun mental,” katanya.

Kepala Sekolah MI Negeri Kota Bekasi dan Emil Salim Institute Apresiasi Program Green School GIS Peduli

Atas dasar tersebut, Puspaga menyediakan layanan pendampingan tanpa memandang gender. Ayah, kakek, nenek, hingga anggota keluarga lain yang merasa mengalami kelelahan emosional atau kondisi burnout dipersilakan untuk memanfaatkan layanan yang tersedia.

Ia menambahkan bahwa Puspaga memaknai keluarga secara luas, tidak hanya terbatas pada hubungan orang tua dan anak. Saudara ipar, anggota keluarga besar, hingga pengasuh anak juga termasuk dalam lingkup keluarga yang berhak mendapatkan pendampingan.

“Puspaga adalah pusat pembelajaran keluarga. Keluarga itu bisa terdiri dari ayah, ibu, kakek, nenek, saudara, bahkan pengasuh yang sehari-hari terlibat dalam pengasuhan anak,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, Puspaga berharap dapat menciptakan keluarga yang lebih sehat secara emosional dan psikologis, serta memperkuat peran setiap anggota keluarga dalam membangun lingkungan yang aman, suportif, dan berkelanjutan.  (***)

 

Film Ghost in the Cell Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 16 April 2026

Rizki.

Rizki Trainar: