Sosialisasi Perda Pelestarian Budaya Betawi Digelar di RW 04 Wijaya Kusuma

Asmen.id, Jakarta —– Kegiatan sosialisasi peraturan daerah (Perda) terkait pelestarian budaya Betawi dilaksanakan di wilayah RW 04, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Minggu, 8 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk hukum daerah yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan lokal.

Sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi A dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu. Kegiatan ini mengusung tema peningkatan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah, khususnya yang menitikberatkan pada upaya menjaga dan melestarikan budaya Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Dalam kegiatan tersebut, Kevin Wu menyampaikan bahwa pelestarian budaya Betawi merupakan bagian penting dari identitas Jakarta. Menurutnya, masyarakat lokal harus memiliki peran aktif dalam memahami dan mengawasi implementasi peraturan daerah agar kebudayaan Betawi tetap hidup dan berkembang seiring modernisasi kota.

Kevin Wu juga menegaskan bahwa Jakarta saat ini tengah didorong untuk sejajar dengan kota-kota global dunia. Ia menilai bahwa status sebagai kota global tidak boleh menghilangkan jati diri budaya masyarakat asli Jakarta, khususnya budaya Betawi yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu.

“Sosialisasi ini kami fokuskan pada peraturan daerah yang mengatur pelestarian budaya Betawi, terutama peran generasi muda agar tidak kehilangan identitas di tengah arus globalisasi,” ujar Kevin Wu dalam sambutannya.

Haul ke-37 Almarhum H. Sahum, Dihadiri Pemdes Sumberjaya dan Ribuan Warga

Dalam kesempatan tersebut, Kevin Wu didampingi oleh dua tokoh Betawi Jakarta Barat, yakni Oding Junaidi dan Abu Bakar Maulana. Kehadiran tokoh masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat pesan pelestarian budaya Betawi sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Lebih lanjut, Kevin Wu menyampaikan bahwa sejarah Jakarta menunjukkan keterbukaan terhadap berbagai pengaruh budaya dunia. Namun, ia menekankan bahwa keterbukaan tersebut harus berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Jakarta sejak masa Jayakarta, Sunda Kelapa, hingga Batavia telah menjadi kota yang mendunia. Oleh karena itu, masyarakat Betawi harus bangga dengan kebudayaannya dan menjadikannya kekuatan dalam menghadapi Jakarta sebagai kota global,” tuturnya. (***)

 

(Rizki).

ADF Season 2 Soroti Urgensi Pelestarian Lingkungan di Tengah Ancaman Bencana Ekologis
Rizki Trainar: