Totalitas Demi Peran, Amanda Manopo Naikkan Berat Badan untuk Film Paylater

Asmen.id, Jakarta —- Aktris Amanda Manopo menunjukkan totalitas aktingnya melalui film Paylater, sebuah film layar lebar yang mengangkat isu konsumerisme dan tekanan sosial di masyarakat urban. Film ini diproduksi oleh rumah produksi Skofi dan menjadi debut mereka di layar lebar.

Keterlibatan Amanda dalam film tersebut disampaikan saat konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Rabu, 29 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, ia berbagi pengalaman terkait proses kreatif serta tantangan yang dihadapi selama memerankan karakter utama.

Amanda menjelaskan bahwa film Paylater berada dalam semesta cerita yang berbeda dari karya-karya yang pernah ia bintangi sebelumnya. Ia sempat merasa ragu menerima tawaran tersebut, namun akhirnya tertarik karena karakter yang ditawarkan memberikan ruang eksplorasi baru sebagai seorang aktris.

Dalam film ini, Amanda memerankan Tina Van Bacon, seorang perempuan yang memiliki ambisi besar untuk menjadi figur publik di dunia hiburan. Namun, keterbatasan fisik dan ketatnya standar kecantikan industri membuat Tina mengalami tekanan sosial yang berujung pada masalah finansial dan gaya hidup instan.

[Lewat karakter Tina Van Bacon, Amanda menggambarkan perjuangan seorang perempuan yang ingin dikenal di dunia hiburan, di tengah standar kecantikan yang membatasi ruang geraknya/Asmen.id]

Untuk mendalami karakter tersebut, Amanda melakukan perubahan fisik secara signifikan. Ia menaikkan berat badan hampir 14 kilogram dan mengubah tampilan rambutnya agar terlihat jauh berbeda dari citra dirinya selama ini.
Ahli Hukum Nilai Kasus Pemukulan Pengendara Melawan Arus Berpotensi Langgar Pasal 351 KUHP

“Saya menaikkan berat badan hampir 14 kilogram. Rambut juga dibuat keriting supaya benar-benar berbeda dari karakter saya sebelumnya,” ujar Amanda Manopo.

Menurut Amanda, karakter Tina merepresentasikan realitas yang dekat dengan kehidupan banyak perempuan masa kini, terutama terkait dorongan mempertahankan gaya hidup dan keinginan mendapatkan pengakuan sosial. Perbedaannya, Tina tidak memiliki pekerjaan tetap dan memilih jalan pintas melalui pinjaman, yang kemudian memicu konflik besar dalam hidupnya.

Sutradara Ardi Widya menyampaikan bahwa film Paylater sejak awal dirancang sebagai refleksi sosial tanpa nada menggurui. Ia bersama tim penulis melakukan riset dengan mewawancarai pengguna serta pekerja di industri pinjaman online guna memahami persoalan yang terjadi di balik praktik tersebut.

“Kami ingin membicarakan problem masyarakat urban hari ini secara dekat dan jujur,” kata Ardi Widya.

Selain Amanda Manopo, film Paylater juga dibintangi oleh Devano Danendra, Richard, Jovial, Lukman Sardi, serta sejumlah aktor lain dengan karakter yang berbeda dari citra mereka selama ini. Melalui film ini, para pembuat berharap Paylater dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus relevan, serta menjadi ruang refleksi bersama bagi penonton yang tengah menghadapi tekanan hidup.  (***)

Perjuangan Futsal Indonesia Menuju Sejarah Baru Piala Asia Futsal 2026
Rizki Trainar: