Politik
Beranda / Politik / Wajah Jelita Sumberjaya: Kisah di Balik Kepemimpinan Perempuan 

Wajah Jelita Sumberjaya: Kisah di Balik Kepemimpinan Perempuan 

img 20260329 wa0029

Asmen.id, Kab.Bekasi —– Kabupaten Bekasi. Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, bukan lagi sekadar wilayah administratif yang identik dengan suasana pedesaan. Dengan luas wilayah sekitar 6,4 kilometer persegi dan jumlah penduduk yang telah menembus lebih dari 100 ribu jiwa, desa ini menjelma menjadi salah satu kawasan terpadat di Kabupaten Bekasi.

Di sana, denyut kehidupan bergerak cepat; jalanan dipenuhi aktivitas, perumahan tumbuh rapat, dan interaksi sosial berlangsung tanpa jeda.

Namun di balik kepadatan itu, Sumberjaya tetaplah ruang hidup bagi ribuan kepala keluarga dengan beragam harapan. Ia bukan sekadar angka statistik, melainkan kumpulan cerita tentang kerja keras, perjuangan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Di tengah dinamika tersebut, berdiri sosok pemimpin perempuan tangguh, Ike Rahmawati, yang mengemban tanggung jawab tidak ringan. Menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kenyamanan hidup warganya. Memimpin desa dengan jumlah penduduk besar dan karakter semi-perkotaan tentu bukan perkara sederhana. Setiap hari, berbagai persoalan muncul, mulai dari kebutuhan infrastruktur, pelayanan publik, hingga dinamika sosial yang terus berkembang.

Namun, kepemimpinan tidak selalu soal seberapa keras keputusan diambil. Dalam banyak hal, justru dibutuhkan kepekaan, kemampuan untuk mendengar, memahami, dan merasakan apa yang dialami masyarakat. Di titik inilah pendekatan kepemimpinan Ike Rahmawati menemukan maknanya. Ia tidak hanya hadir sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai sosok yang berusaha dekat dengan warganya.

Adian Husaini Sampaikan Isi Pertemuan Ulama di Istana

“Kami berusaha hadir, bukan hanya di kantor, tetapi juga di tengah masyarakat. Bahkan dalam kondisi banjir, kami ikut membantu evakuasi warga yang terdampak,” ujarnya.

Di tengah struktur sosial yang masih sering didominasi laki-laki, kehadiran perempuan sebagai pemimpin di level desa membawa warna tersendiri. Bukan berarti tanpa tantangan. Justru sebaliknya, ekspektasi sering kali lebih tinggi dan sorotan publik lebih tajam. Namun dari situlah lahir ketangguhan dan kemampuan untuk tetap berdiri, mengambil peran, serta membuktikan kapasitas dirinya sebagai pemimpin.

Kepemimpinan perempuan di Desa Sumberjaya menjadi pengingat bahwa kekuatan tidak selalu ditunjukkan dengan kerasnya suara, tetapi juga melalui keteguhan sikap dan ketulusan dalam melayani.

Di tengah derasnya arus urbanisasi, tantangan terbesar bukan hanya membangun fisik wilayah, tetapi juga menjaga agar kehidupan sosial tetap hangat dan manusiawi. Sumberjaya boleh saja berubah menjadi lebih padat, lebih sibuk, bahkan lebih kompleks. Namun nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong tidak boleh hilang. Di sinilah peran pemimpin menjadi penting, bukan hanya sebagai pengatur kebijakan, tetapi juga penjaga nilai-nilai dan norma kehidupan bermasyarakat.

Desa Sumberjaya hari ini adalah potret perubahan zaman. Ia tumbuh, bergerak, dan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Namun di balik itu semua, ada upaya yang terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kemanusiaan.

Bekasi Raih Rekor MURI Penulisan Mushaf Al-Qur’an

“Pembangunan itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan masyarakat agar merasa nyaman, aman, dan saling peduli. Jangan hanya maju secara infrastruktur, tetapi kehilangan rasa kebersamaan,” tuturnya.

Melalui kepemimpinan Ike Rahmawati, Sumberjaya tidak hanya ditata secara administratif, tetapi juga dirawat dengan pendekatan hati, agar kehidupan di dalamnya tetap hangat, guyub dan rukun sebagai sesama warga.  (***)

 

(Imam Setiadi)

Presiden Prabowo Ajak Masyarakat Perkuat Harmoni di Imlek Nasional 2026
× Advertisement
× Advertisement